Sempat Bersihtegang, Dinas PUPR Akhirnya Berhasil Bongkar Jembatan di KM 12

Kepala Dinas PUPR Papua Barat, Yohanis Momot. ST.MT saat memantau pembongkaran jembatan warga di KM 13 Kota Sorong
banner 120x600
banner 468x60

SORONG Infopapua.id,- Pembongkaran sejumlah jembatan milik sejumlah toko yang berada di saluran drainase pada Kilometer 12 Kota Sorong, sempat memanas lantaran mendapat aksi protes dari para pemilik toko dan warga yang berdiam di kawasan tersebut.

Kendati demikian tim penanganan banjir Kota Sorong yang dipimpin Kepala Bapedda Papua Barat , Dance Sangkek dan Kadis PUPR, Yohanis Momot.ST.MT akhirnya dapat berjalan lancar, setelah berhasil memberikan pengertian bagi warga.

banner 325x300

Dance Sangkek dan Yohanis Momot menjelaskan kepada warga bahwa yang dilakukan ini adalah untuk kepentingan warga, sehingga itu alat berat harus diturunkan untuk membongkar jembatan yang berada di saludran drainase, apalagi sudah banyak warga yang menjadi korban akibat banjir dan longsor yang melanda Kota Sorong beberapa waktu lalu

Dinas PUPR juga akan membantu jembatan darurat agar aktivitas tetap berjalan dengan baik. Mendengar jembatan itu warga akhirnya bersedia mengijinkan jembatan mereka dibongkar untuk dilakukan pengerukan drainase yang sudah tersumbat dan dangkal akibat tertimbun sedimen.

Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Papua Barat terus berupaya agar Kora Sorong bisa terbebas dari banjir.
dengan pengerukan lumpur dan sampah pada sejumlah drainse di Kota Sorong

PUPT menargetkan, pengerukan akan rampung dalam 14 hari ke depan. Seluruh titik yang berpotensi terjadinya penyumbatan, telah dipetakan.

” Kami kerahkan 20 alat berat ke lokasi untuk melakukan pengerukan, saat ini ada sekitar 23 titik yang kami keruk,” ujar Kepala Dinas PUPR Papua Barat, Yohanis Momot. ST.MT di Kota Sorong, Sabtu (10/9/2022).

Ia menjelaskan, sebanyak 20 alat berat disebarkan ke sejumalah titik guna mengeruk lumpur dan sampah dari dalam drainase.
Untuk drainase yang tertutup, terpaksa harus dijebol agar pekerjaan bisa berjalan maksimal.

Setelah selesai pengerukan, Dinas PUPR akan menata ulang semua drainase agar debit air sama rata. Sementara untuk jembatan warga yang dibongkar juga nanti dibangun kembali.

Ia mengungkapkan pihaknya telah pekerjaan pengerukan mulai dari Kampung Bugis, Kilometer 10 masuk dan Kilometer 12.
Kemudian Belakang Universitas Terbuka, Kanal Victory, Kelurahan Klagison hingga Klawalu.

Ia berharap, pekerjaan drainase itu dapat dipelihara oleh masyarakat setempat demi mencegah terjadinya penyumbatan.

” Apa yang kamu lakukan ini bukan untuk kepentingan satu atau dua tahun namun bisa bertahan sampai 10 atau 20 tahun ke depan.\Jangan nanti kita kerja ulang-ulang terus,” tandasnya. (***)

ungkas dia.



\




banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *